Senin, 09 Juni 2014

YESUS BERSAMAKU SAAT AKU HARUS KEHILANGAN (15)

  • Ibu adalah inspirasi hidupku. Aku pengen seperti ibu.
  • Tapi waktu ibu divonis dokter kena diabetes, untuk pertama kalinya aku gak mau seperti ibu. Persis dah, seperti iklan pemanis buatan yang ada di televisi.
  • Awal mulanya semasa itu, pabrik kami bersebelahan persis dengan pabrik salah satu merek es krim terkenal di jamannya. Dan di antara tembok pabrik kami cuma dibatasi pintu kecil yang semakin memudahkan pesan antar es krim. Ibu bisa menghabiskan bercup ... cup ... es krim sekali makan. Hiiyy ... Di samping itu, ibu gagal menjalankan pola makan dan pola hidup yang sehat dan keadaannya terus memburuk.
  • Aku menyaksikan, penyakit itu gak langsung membuat kesehatan kita ambruk. Tapi dia memperburuk perlahan-lahan dari tahun ke tahun tergantung dari baik buruknya kita memperlakukan tubuh kita. Ternyata kita juga harus bekerja sama dengan Yesus buat mengerjakan apa yang menjadi bagian kita, loh, termasuk menjaga kesehatan tubuh kita sendiri.
  • Kalo ada sesama yang jatuh sakit dan butuh didoakan, aku akan lebih dulu mencari tau penyebabnya. Karena tidak semua penyakit didoakan langsung sembuh. Lah ... kalo kitanya sendiri yang gak bisa mengendalikan diri, berarti bukannya si penyakit yang harus didoain, donk ... tapi kitanya yang harus didoain supaya bisa mengendalikan diri.
  • Sesudah menyelesaikan pendidikan spesialis notariatku, aku khusus mendampingi ibu menjalani hari-harinya di rumah sakit.
  • Waktu keadaan ibu memburuk, ibu bilang kalo semalam seperti bermimpi dibawa masuk ke dalam sebuah lorong yang sempit dan gelap oleh satu makhluk bertanduk. Makin jauh, lorongnya semakin sempit dan gelap. Ibu sangat ketakutan dan menolak diajak pergi. Akhirnya ibu dikembalikan lagi seperti dilempar dari atap plafon ke tempat tidur.
  • Kami sekeluarga terus mendoakan ibu.
  • Beberapa hari kemudian, ibu kembali bilang, kalo semalam ibu dibawa pergi lagi. Sekarang ke tempat yang sangat indah. Ada begitu banyak nyanyian dan tari-tarian dengan pakaian warna-warni yang begitu indah. Ibu sangat senang di sana.
  • Aku bilang sama ibu, kalo nanti ibu dibawa lagi ke tempat menyenangkan itu, kami rela melepas ibu dan jangan cemaskan ayah dan anak-anak, karena Yesus sendiri yang akan selalu ada bersama kami. Dan akhirnya ... ibu memang pergi dan tidak pernah kembali lagi.