Selasa, 01 Juli 2014

YESUS MENGAMBIL ALIH PERAN IBU DALAM HIDUPKU (16)

  • Aku kembali kerja di Jakarta. Kali ini di salah satu kantor notaris kawasan Sudirman dengan klien umumnya warga negara asing sekaligus dengan penanaman modal asingnya juga.
  • Hampir setahun sejak kepergian ibu dan bos menolak memberiku ijin pulang Malang buat mengadakan acara sehubungan kepergian ibu. Alasannya karena memang aku belum setahun bekerja dan berdasarkan peraturan tenaga kerja, bos tidak harus memberikan cuti kepada karyawannya.
  • Aku marah, Yesus. Bukankah selama ini bos juga gak ngikutin peraturan tenaga kerja? 
  • Selama aku kerja, aku sudah diperlakukan gak adil sehubungan dengan waktu kerjaku. Kalo para asisten lainnya kerja mulai hari Senin sampai dengan Jumat mulai jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore, trus Sabtunya libur, tapi aku juga tetap kerja di hari Sabtu mulai jam 8 pagi sampai dengan jam 1 siang karena bos ingin ada asisten yang masuk kantor mendampingi para staff.  
  • Aku sudah banyak dirugikan sehubungan dengan jam kerjaku. Selama ini aku diam saja karena mau minta ijin pulang sehubungan peringatan kepergian ibu.  
  • Akhirnya aku menghadap bos. Okelah ... aku akan ikuti peraturan tenaga kerja dan batal minta ijin pulang, setiap Sabtu aku juga tetap masuk kerja, tapi aku minta bos mengikuti waktu kerja yang sudah ditentukan peraturan tenaga kerja. 
  • Sejak hari itu, di saat sesama asisten masih kerja sampai jam 5 sore, aku sendirian yang sudah ngeluyur pulang jam 4 sore.
  • Aku belajar, Yesus ... selain berdoa, kadang kita juga perlu bertindak untuk mengubah nasib kita. Asalkan itu benar, Yesus sendiri yang jadi pembelaku. 
  • Semasa ibu hidup, biasanya hal-hal seperti itu sudah menjadi bagiannya, tapi sekarang Yesus sendiri yang mengambil alih peran ibu dalam membelaku dengan memberikan keberanian dan kata-kata hikmat untuk meminta apa yang menjadi hakku. Haleluyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar