YESUS MENGAJARIKU PEDULI SEBAGAI WARGANEGARA (20)
- Berburu dengan waktu gak berhenti sampai di situ saja.
- Aku harus mengikuti penelitian khusus (litsus) di Surabaya sebagai salah satu syarat pengangkatan notaris. Penelitian dibagi 2 tahap, yaitu tahap tertulis dan lisan (wawancara) dalam waktu berbeda.
- Pada tahap tertulis, kami dibagikan lembar-lembar soalnya. Waduuuhhh ... Pas aku baca, langsung puyeng mendadak, ooii ... Lah, semua pertanyaannya tentang berbagai peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia, je ... Gak pake dijelasin kronologinya lagi, cuma dicantumkan tempat dan tanggal peristiwa. Gak ada pilihan jawaban, tapi disuruh menjelaskan sendiri pendapatku tentang peristiwa tersebut.
- Lah ... gimana mau jelasin, kalo peristiwa tentang apa juga aku gak tau. Waduuuhhh ... gak bisa main tebak-tebakan, nih ...
- Maklum ... selama ini kalo koran datang setiap hari, yang aku baca cuma berita hiburannya, jeee .... Bagiku peristiwa yang terjadi di tengah-tengah bangsa ini bukan urusanku, 'kan sudah ada pemerintah? Ngapain repot-repot ngikutin ??? Hehehe ... kena batunya sekarang ...
- Akhirnya semua pertanyaannya, aku jawab gak tau aja, dah ... (karena memang benar-benar gak tau). Pengawasnya kaget begitu melihat lembar jawabanku kosong gak terisi. Dia langsung memvonis, kalo aku sudah gagal total di penelitian tertulis.
- Harapanku satu-satunya cuma pada penelitian lisan (wawancara) saja dan harus berhasil 100% atau silakan siap-siap saja buat makalah yang nanti ditentukan sama tim penelitinya. Dan itu berarti butuh tambahan waktu lagi. Padahal aku lagi dikejar-kejar batas waktu buat melengkapi berkas pengangkatanku.
- Yesus ... ampuni aku, ya ... Selama ini memang aku sudah bersalah dengan sikap masa bodohku. Bukankah firmanMu juga berkata " ... dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (Yeremia 29 : 7b). Kelangsungan bangsa dan negara ini juga terletak di tangan anak-anakMu yang mau mengambil bagian dalam doa, walau gak terlibat secara langsung dalam menjalankan roda pemerintahan.
- Waktu yang cuma tersisa beberapa hari sebelum tahap wawancara, aku pergunakan belajar dari buku-buku lamaku semasa kuliah dan SMA dulu.
- Akhirnya datang juga hari penentuan itu. Dan ... tingkat kesulitannya sama saja seperti penelitian tertulis tempo hari. Malahan sekarang ditambah lagi beban harus benar semua jawabannya.
- Tapi emang gak percuma mengandalkan Yesus, loh ... Dia gak cuma ahli di bidang kerohanian saja, tapi di bidang ketatanegaraanpun .... Dia ahlinya, dah ...
- Semua pertanyaan dari penguji, bisa aku jawab dengan hikmat dari Yesus. Dia ingatkan kembali bahan-bahan pelajaran yang sudah aku pelajari dan ditanyakan oleh penguji. Malahan ada satu pertanyaan sulit yang hampir gak bisa aku jawab, Yesus jelaskan hubungan sebab akibatnya sekaligus dasar-dasar hukumnya seperti ditulis dalam sebuah layar besar yang bisa aku baca di alam pikiranku.
- Hasilnya ... penguji sangat puas dengan setiap jawabanku dan di akhir wawancaranya, dia sempatkan berdiri sambil menyalami aku ... selamat ... selamat ... Dan ... akhirnya ... sukseslah aku mengirimkan hasil litsusku ke departemen kehakiman sebelum batas akhir waktunya. Terima kasih, Yesus ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar