YESUS MENOLONGKU (2)
- Aku bodoh, Yesus. Semasa sekolahku, setiap kenaikan kelas, aku selalu naik percobaan. Artinya kalo guru menganggapku gak bisa mengikuti pelajaran di kelas baru, aku bisa diturunkan lagi ke kelas sebelumnya.
- Yesus … Engkau tau persis, aku selalu takut gak naik kelas. Aku takut putus sekolah. Orang tuaku juga sama putus asanya seperti diriku. Bahkan bagi mereka … kalo aku bisa baca, tulis dan berhitung saja sudah cukup sebagai bekal hidupku nantinya.
- Aku bersyukur , Yesus …. Engkau jadikan aku sebagai anak orang tuaku. Mereka gak pernah mengolok-olokku ‘bodoh’, juga gak pernah membandingkanku dengan saudara-saudaraku yang lain.
- Ayah justru selalu memberi semangat buatku. Ayah selalu bilang : ’Gak usah mikirin nilai ulanganmu yang sudah terlanjur jelek. Toh, percuma sudah gak bisa diperbaiki lagi. Tapi kamu bisa belajar lebih semangat lagi buat memperbaiki ulangan yang akan datang. Kamu pasti bisa.'
- Ayah juga yang sekaligus mengajariku trik-trik belajar yang gampang. Hehehe ... dijamin gak perlu ngerpek, dah ... asal mau belajar sungguh-sungguh, loh .... Pokoknya, Ayah adalah motivator yang baik bagiku. Yes ...yes ...yes ...
- Sikap orang tuaku itu yang membuatku belajar lebih bersemangat lagi dan rasa percaya dirikupun perlahan-lahan mulai bangkit. Dari urutan murid gak masuk hitungan ranking, kemudian aku meningkat masuk dalam hitungan ranking 10 besar, sampai terakhir menempati ranking 1 selama 3 tahun berturut-turut.
- Aku percaya …. Engkau yang sudah menolongku melalui sikap dan perkataan positip dari orang tuaku sehingga aku mampu bangkit dari setiap kegagalanku.
- Oya, aku ingat sekali, suatu malam Engkau pernah juga memintaku belajar seluruh pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa. Waktu itu, aku sempet ogah … ngapain belajar ??? Sudah bahan pelajarannya banyak, guruku juga gak nyuruh, loh. Tapi Engkau tetap memintaku belajar. Untungnya aku nurut, ya ......
- Ternyata besok paginya guruku benar-benar menyuruh kami maju satu per satu ke depan kelas untuk menjelaskan Sejarah Perjuangan Bangsa, mulai dari jamannya kerajaan, penjajahan sampe Indonesia merdeka. Waduuh … kalo aku gak dapet bocoran dari Yesus, bisa berdiri bengong aku di depan kelas. Malunya itu, loh …
Tidak ada komentar:
Posting Komentar