Minggu, 12 Oktober 2014

YESUS IKUT MENENTUKAN PASANGAN HIDUPKU (22)

  • Seseorang ingin pedekate denganku. 
  • Dia seorang pengusaha perkebunan, terutama kelapa sawit, karet dan coklat. Berasal dari keluarga yang sangat miskin dan sejak usia 6 tahun sudah melatih jiwa bisnisnya dengan berjualan ikan asin di pasar. Walaahh ... waktu umurku segitu, sih, paling-paling lagi mainan boneka dan masak-masakan di rumah, hehehe ...
  • Selama ini aku menolak pedekate dengan orang yang beda iman, kecuali kalo untuk berteman ... aku gak membatasi pergaulanku dengan siapapun juga. 
  • Karena aku memandang seseorang secara utuh dari pribadinya, terlepas dari segala apa yang jadi miliknya, termasuk penampilan menarik, kekayaan maupun status sosialnya di tengah masyarakat. Bagiku dalam bergaul, yang penting kita bisa saling menghargai dan gak cuma mau memanfaatkan terus, loh, ya ... Bisa capeee, deh ...
  • Jadinya aku sih, cuek, aja ... waktu akhirnya tau, dia pernah terdaftar sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia.
  • Kenapa harus minder ... ??? Aku, toh, anakNya Bapa di sorga yang maha kaya. Bumi dan segala isinya ini milikNya juga, jeee ... Hehehe ...  pede abis, daahh .... 
  • Sebetulnya yang membuatku tertarik, di samping sikap uletnya itu, adalah karena dia memperkenalkan diri dengan nama yang sama seperti nama salah seorang tokoh dalam Alkitab. Yang disayangi Yesus pula, hmmm ...
  • Aku salah karena telah menilai seseorang dari namanya. Bukankah banyak juga dari mereka yang punya nama tokoh Alkitab tapi hatinya justru menjauh sekaligus menyangkal dan bikin malu Yesus dengan segala tindakan kriminal mereka ... ???
  • Aku bersyukur karena punya Yesus yang selalu aku ikut sertakan dalam menjalani pedekate-ku. Karena kalau Yesus sendiri yang sudah ikut campur tangan di dalamnya, gak ada satupun yang bisa disembunyikan dari kita, terutama hubungan pribadinya dengan Yesus
  • Gak pake lama, waktu akhirnya keluar juga pengakuannya kalau sebenarnya dia sudah punya kepercayaan lain dan percayaku pada Yesus gak bisa dipaksakan kepadanya.
  • Yesus sendiri yang kemudian memutuskan untuk segera mengakhiri pedekate tersebut. Aku gak boleh terus bersamanya. CaraNya dengan sengaja mengambil damai sejahteraNya daripadaku. 
  • Waduuhhh ... rasanya kacau balau banget, dah ... waktu damai sejahtera itu sempat diambil dariku. Mending gak punya uang sama sekali atau sekarat hampir mati dibanding harus kehilangan damai sejahteraNya. Rasanya seperti hidup segan, matipun gak mau, loh ...Zuueerrr ...
  • Cuma sekitar 1,5 bulan pedekate dengannya, ketika aku memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan hubungan tersebut. Karena kami memang beda iman dan aku gak mau memaksakan imanku padanya. Bukankah memang kepercayaan itu gak bisa dipaksakan, tapi kudu dijalani dengan penuh keikhlasan ??? Ceilee ...
  • Lalu dia menawariku kerja sama untuk ikut serta mengurusi berbagai perusahaannya, khususnya di bagian prosedur hukumnya. 
  • Aku tolak, dengan pertimbangan gak adanya kesamaan pola pikir dan pola tindak antara aku dengan orang yang sudah jelas-jelas menolak Yesus. (Padahal kalau dipikir-pikir, lumayan juga'kan, ya ... daripada susah payah cari klien, hehehe ...).
  • Dan ... akhir kisahnya ... aku diteror 3 tahun lamanya ... Alamaaakkk ... 
  • Bersyukurlah aku punya Yesus, karena gak ada satupun yang dapat dilakukan manusia terhadapku tanpa seijinNya. Aku aman dalam penyertaan dan perlindunganNya yang sempurna. Haleluyah ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar