Selasa, 09 Desember 2014

YESUS MEMPROSESKU DALAM PADANG GURUN PENCOBAAN (23)

  • Waktu akhirnya aku memilih Krian sebagai wilayah kerja notarisku, aku pikir gak apa-apa hawanya panas dan jauh dari keluarga, yang penting aku bisa bikin akta, nih seperti yang Yesus janjikan. Tapi kenyataannya, gak sama sekali, loh ... Oow ...
  • Di awal-awal kerjaku, justru gak ada klien yang datang buat akta atau menguruskan surat-surat melalui aku. Lah ... mampir ke kantorku aja, gak ada.
  • Selama ini aku gak pernah tau dan merasakan apa yang namanya kesulitan keuangan. Walaupun aku bukan berasal dari keluarga yang berkelimpahan materi, tapi kalau untuk memenuhi kebutuhan hidupku saja dan keinginanku yang gak neko-neko, pasti selalu ada dan tersedia. 
  • Tapi aku menolak berhutang. Karena dalam Amsal 22:7b dituliskan " ... yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi." Berarti kedudukan kita lebih rendah dari sesama kita, dunk. Dan aku gak mau jadi budak ... karena aku orang yang merdeka di dalam Kristus. Haleluyah.
  • Aku bersyukur karena Yesus memberiku keluarga yang mengasihiku. Mereka selalu siap membantuku bahkan menawarkan tempat di kota masing-masing kalau memang aku berencana pindah dari Krian. 
  • Bahkan Yesus juga memberiku seorang sahabat sejak aku kuliah notariat yang kemudian sama-sama diangkat jadi notaris. Karena waktu itu sahabatku menjadi salah seorang pengurus daerah Ikatan Notaris Indonesia, dia jadi tau persis wilayah mana saja yang diperkirakan berprospek bagus karena belum ada Notaris dan PPAT-nya. Dan dia menawariku buat menyiapkan kantornya.
  • Bahkan di masa-masa info hukum terbaru masih sulit didapat karena sosial media belum berkembang seperti sekarang, sahabatku juga yang memberiku fasilitas setiap ada seminar Notaris dan PPAT yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia. Poko'e aku tinggal berangkat saja karena semua sudah dia urus. 
  • Biaya seminarnya juga gak murah, ooii ... Lah, wong, setiap seminar diadakan di hotel berbintang, je ... dan kalo perlu mengundang presiden untuk membuka acaranya. Acaranya para Notaris dan PPAT se-Indonesia, gitu, loh .... Hehehe ...
  • Padahal kalo dipikir-pikir gak ada untungnya dia bersahabat denganku. Lah, wong, dia juga lulusan cum laude dari salah satu universitas negeri terbaik di Indonesia. Malahan justru aku yang sering konsultasi kasus-kasus hukum rumit dengannya. Dia juga gak seiman denganku.
  • Tapi memang, ya ... kalo Yesus sendiri yang sudah menjamah hati manusia, gak ada lagi yang namanya hitung-hitungan untung rugi dalam bersahabat. 
    • Aku merasa sangat kaya karena memiliki orang-orang yang menyayangiku dan begitu peduli denganku. Maafkan aku, ya ... kalo aku tetap memilih bertahan di Krian. 
    • Aku percaya, rancanganNya buatku adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadaku hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Haleluyah.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar